Peta Konsep

Peta konsep adalah salah satu cara bagaimana merepresentaikan informasi secara visual kepada siswa. Salah satu fungsi utama dari otak adalah mengintepretasi setiap informasi yang datang sehingga informasi tersebut mempunyai arti. Otak akan lebih mudah mengerjakan hal itu apabila informasi tersebut disajikan secara visual. Inilah alasan mengapa sebuah gambar dapat lebih efektif daripada ribuan kata.



Peta konsep adalah jalinan dari beberapa konsep yang saling berhubungan. Biasanya, peta itu terbentuk dari nodes dan link. Nodes merepresentasikan konsep-konsep yang berhubungan dalam satu topic. Link merepresentasikan hubungan antara konsep-konsep tersebut. Peta konsep dapat digunakan oleh guru pada saat mengawali sebuah topik, sehingga dapat membantu siswa mengetahui hubungan antara konsep dan memahami antar konsep yang berbeda. Guru dapat menfokuskan pada satu atau dua aspek, dan selebihnya biarkan siswa mempelajari konsep-konsep tersebut secara mandiri. Gambar berikut adalah contoh peta konsep untuk binatang bernama: kalajengking.



Banyak informasi yang kita berikan kepada siswa sifatnya begitu abstrak untuk segera bisa dipahami. Membuat peta konsep adalah cara yang baik agar siswa dapat mencapai kerangka pengetahuan yang sedang dipelajarinya dan dapat menghubungkan pegetahuan antar konsep yang disajikan guru.

Guru dapat membuat skenario seperti ini: di awal pertemuan, guru memberikan sebuah peta konsep kepada siswanya untuk menyampaikan satu aspek. Setelah itu, siswa dapat menggambar aspek-aspek berikutnya baik secara individu maupun kelompok. Peta konsep ini akan membantu siswa untuk memahami hal baru dan memaksa mereka  untuk secara aktif dan berfikir kritis sehingga apa yang telah dipelajari akan lebih melekat.

Peta konsep ini banyak berguna di semua mata pelajaran. Dalam pembelajaran bahasa, misalnya, peta konsep sangat membantu siswa dalam  memahami isi bacaan dan sangat berguna juga dalam pembelajaran menulis. “Peta konsep atau ‘mind mapping’  bermanfaat membantu siswa dalam pembelajaran menulis, mengarang misalnya” (Retno Repelitawati, 2010, Thesis Proposal). Lebih lanjut Repelitawati menjelaskan bahwa dalam pembelajaran menulis, peta konsep akan membantu siswa dalam mengorganisasi gagasan, mengidentifikasi ide, topik utama dan kata kunci yang berhubungan dengan topik tulisan.

Dengan peta konsep, siswa akan menemukan dan menghubungkan konsep-konsep baru. Siswa akan menggabungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan barunya, menjadi sebuah struktur pengetahuan yang eksis.
http://riyadiariyanto.blogspot.com/2011/04/peta-konsep.html