Usia Bumi


Usia Bumi. Allah SWT dalam Al-Qur`an tidak pernah mengucapkan kalimat: "Kami ciptakan Bumi dan Langit", Dia selalu mengucapkan "Kami ciptakan Langit dan Bumi".

Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan urutan penyebutan kata dalam Qur`an, terbukti sekaligus menunjukkan urutan genesisnya di alam semesta ini. Kenyataanya, memang langit tercipta terlebih dahulu, baru ±9 milyar tahun kemudian Bumi tercipta, yang merupakan bagian dari juta-juta planet yang tersebar di langit.

Allah SWT telah berfirman dalam ayat-ayat di bawah ini, yang menjelaskan tentang tahap atau masa penciptaan Langit (Universe) dan bumi.

"Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas `Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. As-Sajdah: 04)

Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam" (Fush-Shilat: 09)

Berdasarkan data yang diinformasikan dalam ayat di atas, membuat kita menjadi bertanya-tanya apakah informasi-informasi dalam kedua ayat tersebut, bila digabungkan dengan data sains umur bumi, akan menghasilkan sebuah analisa umur langit yang ada?

Perhitungan matematika sederhana ternyata cukup untuk menghitung berapa umur langit, bila kita mengetahui umur bumi secara tepat. Maka dengan perhitungan matematika sederhana, kita dapat menjelaskannya sebagai berikut:

Bila
Allah SWT menciptakan Langit & Bumi = 6 masa (QS 32:04)
Allah SWT menciptakan Bumi = 2 masa (QS 41:09)
dan
Umur Bumi versi sains (geologi) = 4,56 ×10^9 tahun
(berdasarkan umur meteorit tertua yg ditemukan di Bumi).
http://en.wikipedia.org/wiki/Age_of_the_Earth
http://www.talkorigins.org/faqs/faq-age-of-earth.html#howold
http://www.talkorigins.org/faqs/dalrymple/scientific_age_earth.html

Maka
(Masa penciptaan Bumi: Masa penciptaan Langit) = (2: 6) = (1: 3)
Sehingga
Dari perbandingan Masa penciptaan Bumi dan Langit yang (1: 3) maka Umur Langit adalah 3x dari Umur Bumi versi sains:
(4,56 ×10^9) ×3 = 13,68 ×10^9 tahun

Sedangkan
Umur Langit (Alam Semesta) versi sains sejak peristiwa Big Bang = 13,7×10^9 tahun.
http://en.wikipedia.org/wiki/Age_of_the_universe

Apakah ini suatu kebetulan?
Perbedaan perhitungan di atas antara pendekatan Qur`an + Sains dan Sains murni saja (Big Bang theory) hanya sekitar 20 juta tahun, perbedaan ini tidak ada artinya dalam perhitungan kosmologi.

Sangatlah mengherankan bila seorang buta huruf seperti Muhammad SAW, sejak 1400 tahun lalu telah dapat mengungkapkan bahwa umur Bumi adalah 1/3 umur Langit (alam semesta), setelah ledakan kosmik "Big Bang". Hal ini, tidak lain tidak, pasti ini merupakan firman-firman Sang Empunya langit dan bumi.

Dan ternyata firman-firman Allah SWT dalam Al-Qur`an seperti tersebut dalam ayat di atas, dapat dikaitkan dengan cukup akurat, umur Langit dan Bumi.

Juga kata Langit dan Bumi tersebar dalam surat-surat yang dinamai dengan benda-benda langit lainnya seperti: Matahari (Asy Syam), Bulan (Al Qamar), Bintang (An Najm), Gugusan Bintang/Galaksi (Al Buruj), … (At Thaariq) dll.

Pertanyaannya, mengapa Allah SWT tidak pernah menyebut secara bersanding "Langit dan Matahari" atau "Langit dan Bulan" atau "langit dan Galaksi"? Atau sebaliknya mengapa tidak ada surat yang bernama Langit atau surat bernama Bumi di Al-Qur`an.

Wallahu a'lam bisshawab
(Disadur dari buku Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Quran karya Ir. Agus Haryo S.)


Catatan:
Masa penciptaan Langit & Bumi sampai sekarang masih terjadi? (Alam semesta sejak terjadinya Big Bang sampai sekarang terus mengembang /meluas dengan ritme, keberaturan dan keseimbangan yg sangat-sangat-sangat luar biasa)

Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.” (QS 51:47)
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS 21:30)


sumber: http://temp-zzz.blogspot.com