Waspada dengan Tayangan Televisi

Sebagian besar ahli setuju bahwa terlalu banyak menonton televisi bisa berdampak buruk bagi anak-anak yang sudah agak besar. Namun, ternyata, televisi juga bisa berpengaruh negatif bagi anak-anak berusia di bawah tiga tahun. Hal ini dibuktikan oleh suatu penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Washington, Seattle, Amerika Serikat. Menurut penelitian tersebut, pada anak usia balita, menonton televisi bisa memperbesar kemungkinan terjadinya masalah konsentrasi pada saat anak tersebut berusia tujuh tahun.

Dalam studi yang melibatkan sekitar 1.300 orang anak tersebut dilakukan perbandingan jumlah jam menonton televisi selama tiga tahun pertama usia anak-anak tersebut dengan munculnya masalah konsentrasi pada saat mereka berusia tujuh tahun. Berdasarkan penelitian tersebut ditemukan bahwa setiap tambahan satu jam dari jumlah rata-rata menonton televisi setiap harinya, risiko terjadinya masalah konsentrasi pada saat anak berusia tujuh tahun bertambah hingga hampir 10 persen. Ini berarti, anak usia balita yang menonton televisi sekitar delapan jam sehari mempunyai risiko mengalami masalah konsentrasi sekitar 80 persen lebih besar dibanding anak yang tidak pernah menonton televisi. Hipotesis mereka tentang basil tersebut adalah cepatnya perubahan gerak dan gambar di televisi yang berpotensi merusak fungsi otak anak-anak.

Lalu, apakah itu berarti anak-anak sebaiknya tidak usah diperbolehkan menonton televisi? Para ahli yang terlibat dalam penelitian ini menyarankan agar anak¬anak sebaiknya tidak dibiarkan menonton televisi selama dua tahun pertama usia mereka. Sedangkan selanjutnya, mungkin boleh-boleh saja membiarkan anak menonton televisi, namun dibatasi jumlah jamnya. Selain itu, jangan lupa menyeleksi jenis acara yang boleh ditonton. Cobalah mengalihkan perhatian si kecil ke kegiatan lain yang tidak kalah menarik, sehingga ia tidak banyak menghabiskan waktu di depan televisi.
http://www.karyatulisilmiah.com/waspada-dengan-tayangan-televisi.html