Gender dan Islam II

Sesi II
• Tujuan
• Peserta mampu memahami berbagai corak penafsiran dalam Islam
• Peserta memahami tipologi tafsir yang berkesetaraan
• Materi
• Tipologi tafsir terhadap teks al-Qur’an dan hadis
• BAGAIMANA DENGAN TIPOLOGI TAFSIR?
• Penguatan (15’)
• Tipologi penafsiran
1. Tradisional (Baya>ni): Jala>lain, Baidla>w>i, Ibnu Katsi<<>r
2. Rasional (Burha>ni): al-Mana>r dan al-Miza>n
3. Empiris dan kontesktual (Waqi’i wal ‘asr): al-Kita>b wal Qur’a>n, Argumen Kesetaraan Gender
4. Intuitif (‘Irfa>ni): al-Aluhirul Qur’a>n

• TAFSIR AYAT SESUAI TIPOLOGI TAFSIR

Contoh penafsiran surat an-Nisa>’ ayat 34: “ar-rija>lu qawwamu

1. Tekstual (Bayani)
(Qawwamun: Pimpinan, Pembesar, al-Hakim [Decision Maker])
2. Rasional (Burhani):
(Qawwamun: Pelindung )
3. Intuitif (‘Irfani):
(Qowwam: Kuasa__ seperti kekuasaan penguasa/pemerintah terhadap rakyat)
4. Empiris dan kontesktual (Waqi’i wal ‘asr): (Qawwamun: Kepemimpinan yang bersifat fungsional-sosiologis)


• KARAKTERISTIK TAFSIR


• Refleksi
• Corak penafsiran mana yang relevan dengan kondisi saat ini?
• Apakah prinsip-prinsip kesetaraan bertentangan dengan Islam?