Kritikan Terhadap Pengajaran PAI

Pendidikan merupakan suatu upaya mewariskan nilai yang akan menjadi penolong dan penuntun dalam menjalani kehidupan, sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia yang bisa dilakukan sejak masih dalam kandungan.Ia juga merupakan suatu proses dari sesuatu yang tidak tahu menjadi tahu, atau yang mulanya tidak mengerti menjadi mengerti, atau lagi yang mulanya pasif menjadi aktif. Untuk mewariskan nilai atau proses menjadi tahu, seorang guru haruslah memiliki cara-cara yang tepat dalam menyampaikan pengetahuan atau pengertian. Hal inilah yang disebut dengan metode. Metode merupakan jembatan yang menghubungkan pendidikan dengan anak didik menuju kepada tujuan pendidikan Agama Islam yaitu terbentuknya kepribadian muslim

Penggunaan metode sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Sebaik-baik kurikulum, namun tanpa ditunjang dengan metode yang tepat, maka akan tidak berarti apa-apa dalam suatu proses pendidikan tersebut. Metode diibaratkan sebagai syarat untuk memperoleh pengetahuan, pengertian dan aktivitas dalam proses pendidikan. Seorang guru bisa dikatakan profesional jika ia bisa menggunakan metode dengan baik. Karena cara penggunaan metode, adalah menentukan suatu guru berhasil mencapai standar kompetensi yang diamanatkan.

Kelemahan Pembelajaran PAI

Keprofesionalan guru dalam menggunakan metode menjadi prasyarat seorang pendidik dapat meningkatkan mutu pendidikan. Ditengah-tengah tantangan zaman yang semakin global, guru agama Islam harus mencari inovasi-inovasi baru terkait dengan pembelajarannya. Sementara ditengah masyarakat sendiri, masih banyak kritik-kritik yang ditujukan pada pelaksanaan pembelajaran agama Islam,bahwa pelaksanaan pendidikan agama Islam sekarang ini masih : 1) Islam diajarkan lebih pada hafalan (padahal Islam penuh dengan nilai nilai yang harus dipraktekkan), 2) pendidikan agama Islam lebih ditekankan pada hubungan formalitas antara hamba dan Tuhannya, 3) penalaran dan argumentasi berpikir untuk masalah masalah keagamaan kurang mendapat perhatian, 4) penghayatan nilai-nilai agama kurang mendapat perhatian, 5) menatap lingkungan untuk kemudian memasukkan nilai Islam sangat kurang mendapat perhatian (orientasi pada kenyataan kehidupan sehari-hari kurang), 6) metode pembelajaran agama, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam kurang mendapatkan penggarapan, 7) ukuran keberhasilan pendidikan agama juga masih formalitas (termasuk verbalistik), 8) pendidikan agama belum mampu menjadi landasan kemajuan dan kesuksesan untuk mata pelajaran lain, 9) pendidikan agama belum dijadikan fondasi pendidikan karakter peserta didik dalam perilaku keseharian.Terkait dengan kualitas akademik pendidikan di Indonesia : 1) banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimannya, tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya, 2) sebagaian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan, 3) siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah.

Berkaitan dengan kritik-kritik tersebut, pendidikan Agama perlu melakukan pembenahan-pembenahan yang inovatif, khususnya dalam memberikan metode-metode yang mampu melibatkan keaktifan siswa. Karenanya, guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan.

Salah satu masalah dalam pembelajaran PAI yang sering dikeluhkan oleh siswa yaitu selama ini dalam kegiatan belajar mengajar PAI masih sarat orientasi pengajaran ketimbang pembelajarannya. Akibatnya di kalangan siswa mata pelajaran PAI seringkali di pandang sebagai mata pelajaran yang membosankan sarat dengan dogma dan indoktrinasi norma-norma agama yang kurang membuka ruang bagi siswa untuk lebih kritis dan kreatif dalam proses belajar mengajar. Tidak mengeherankan jika kemudian siswa menjadi malas dan kurang bersemangat mengikuti matapelajaran ini. Selain itu masalah-masalah dalam pembelajaran PAI yaitu tentang masalah teknik pembelajaran yang kurang tepat sehingga tidak menumbuhkan motivasi pada peserta didik. Peran seorang guru bukan sebagai fasilitator yang membelajarkan siswa, melainkan pribadi yang harus belajar sendiri. Penyampaian pesan pembelajarannya kurang interaktif dan atraktif.

Mengingat posisi penting pendidikan agama khususnya PAI dalam sistem pendidikan kita sebagai salah satu pelajaran yang wajib di ajarkan dalam dunia pendidikan. Maka dari itu perlu adanya suatu perubahan-perubahan sistem pembelajarannya dengan didukung semangat dan kreativitas para guru PAI untuk menemukan dan merumuskan berbagai system pembelajaran baru dalam PAI. Dengan adanya perubahan tersebut diharapkan kegiatan belajar mengajar PAI kedepan lebih kreatif, menarik, dan menyenangkan di mata siswa serta efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Kritikan Terhadap Pengajaran PAI

Pendidikan merupakan suatu upaya mewariskan nilai yang akan menjadi penolong dan penuntun dalam menjalani kehidupan, sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia yang bisa dilakukan sejak masih dalam kandungan.Ia juga merupakan suatu proses dari sesuatu yang tidak tahu menjadi tahu, atau yang mulanya tidak mengerti menjadi mengerti, atau lagi yang mulanya pasif menjadi aktif. Untuk mewariskan nilai atau proses menjadi tahu, seorang guru haruslah memiliki cara-cara yang tepat dalam menyampaikan pengetahuan atau pengertian. Hal inilah yang disebut dengan metode. Metode merupakan jembatan yang menghubungkan pendidikan dengan anak didik menuju kepada tujuan pendidikan Agama Islam yaitu terbentuknya kepribadian muslim

Penggunaan metode sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Sebaik-baik kurikulum, namun tanpa ditunjang dengan metode yang tepat, maka akan tidak berarti apa-apa dalam suatu proses pendidikan tersebut. Metode diibaratkan sebagai syarat untuk memperoleh pengetahuan, pengertian dan aktivitas dalam proses pendidikan. Seorang guru bisa dikatakan profesional jika ia bisa menggunakan metode dengan baik. Karena cara penggunaan metode, adalah menentukan suatu guru berhasil mencapai standar kompetensi yang diamanatkan.

Kelemahan Pembelajaran PAI

Keprofesionalan guru dalam menggunakan metode menjadi prasyarat seorang pendidik dapat meningkatkan mutu pendidikan. Ditengah-tengah tantangan zaman yang semakin global, guru agama Islam harus mencari inovasi-inovasi baru terkait dengan pembelajarannya. Sementara ditengah masyarakat sendiri, masih banyak kritik-kritik yang ditujukan pada pelaksanaan pembelajaran agama Islam,bahwa pelaksanaan pendidikan agama Islam sekarang ini masih : 1) Islam diajarkan lebih pada hafalan (padahal Islam penuh dengan nilai nilai yang harus dipraktekkan), 2) pendidikan agama Islam lebih ditekankan pada hubungan formalitas antara hamba dan Tuhannya, 3) penalaran dan argumentasi berpikir untuk masalah masalah keagamaan kurang mendapat perhatian, 4) penghayatan nilai-nilai agama kurang mendapat perhatian, 5) menatap lingkungan untuk kemudian memasukkan nilai Islam sangat kurang mendapat perhatian (orientasi pada kenyataan kehidupan sehari-hari kurang), 6) metode pembelajaran agama, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam kurang mendapatkan penggarapan, 7) ukuran keberhasilan pendidikan agama juga masih formalitas (termasuk verbalistik), 8) pendidikan agama belum mampu menjadi landasan kemajuan dan kesuksesan untuk mata pelajaran lain, 9) pendidikan agama belum dijadikan fondasi pendidikan karakter peserta didik dalam perilaku keseharian.Terkait dengan kualitas akademik pendidikan di Indonesia : 1) banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimannya, tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya, 2) sebagaian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan, 3) siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah.

Berkaitan dengan kritik-kritik tersebut, pendidikan Agama perlu melakukan pembenahan-pembenahan yang inovatif, khususnya dalam memberikan metode-metode yang mampu melibatkan keaktifan siswa. Karenanya, guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan.

Salah satu masalah dalam pembelajaran PAI yang sering dikeluhkan oleh siswa yaitu selama ini dalam kegiatan belajar mengajar PAI masih sarat orientasi pengajaran ketimbang pembelajarannya. Akibatnya di kalangan siswa mata pelajaran PAI seringkali di pandang sebagai mata pelajaran yang membosankan sarat dengan dogma dan indoktrinasi norma-norma agama yang kurang membuka ruang bagi siswa untuk lebih kritis dan kreatif dalam proses belajar mengajar. Tidak mengeherankan jika kemudian siswa menjadi malas dan kurang bersemangat mengikuti matapelajaran ini. Selain itu masalah-masalah dalam pembelajaran PAI yaitu tentang masalah teknik pembelajaran yang kurang tepat sehingga tidak menumbuhkan motivasi pada peserta didik. Peran seorang guru bukan sebagai fasilitator yang membelajarkan siswa, melainkan pribadi yang harus belajar sendiri. Penyampaian pesan pembelajarannya kurang interaktif dan atraktif.

Mengingat posisi penting pendidikan agama khususnya PAI dalam sistem pendidikan kita sebagai salah satu pelajaran yang wajib di ajarkan dalam dunia pendidikan. Maka dari itu perlu adanya suatu perubahan-perubahan sistem pembelajarannya dengan didukung semangat dan kreativitas para guru PAI untuk menemukan dan merumuskan berbagai system pembelajaran baru dalam PAI. Dengan adanya perubahan tersebut diharapkan kegiatan belajar mengajar PAI kedepan lebih kreatif, menarik, dan menyenangkan di mata siswa serta efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.
http://arifinrosi.blogspot.com/